Lakon
Laras (1)
Seekor
Burung Yang hidup Ditengah Kompleksnya Masalah Rumah Tangga
Komedi Karya Dukut W.N.
Pemain
Riyadi : 40 Tahun
Sumi : 28 Tahun
Agus : 38 Tahun
Tiara : 29 Tahun
Ayu : 28 Tahun
Ratna : 28 Tahun
2009
TAMPAK 2 SERAMBI RUMAH YANG
BERDAMPINGAN. DIMANA RUMAH A RUMAH MILIK KELUARGA YANG EKONOMINYA KURANG DAN
SATUNYA LAGI RUMAH B KELUARGA YANG MENENGAH KEATAS. TAMPAK JUGA DISANA ADA
SEBUAH KANDANG DAN SEEKOR BURUNG, MILIK KELURAGA YANG EKONOMINYA KURANG.
SEMUA SERAMBI MENYALA DI DEPAN RUMAH A TERLIHAT RIYADI YANG SEDANG
MEMANDIKAN BURUNG DAN SEMENTARA TERLIHAT RUMAH B YANG TERLIHAT AGUS SEDANG
MEMANDANGI FOTO DAN MENCIUMNYA.
MUSIK HAMPIR SELESAI…(LAMPU
FLIP-FLOP SECARA BERGANTIAN) TERDENGAR SUARA DARI BELAKANG.
SUMI (Dengan Suara yang agak marah) Rumah A
Bapak…..!!!
TIARA (Dengan Suara yang mesra)
Rumah B
Papi….!!!
SUMI (agak marah) Rumah A
Bapak….!!!
TIARA (agak mesra) Rumah B
Papi!! Pi
SUMI (Suara yang makin keras)
Bapak!! Pak
MUSIK SELESAI
ADEGAN 1
RUMAH A TERDENGAR SUARA BURUNG
BERKICAU DAN RIYADI SEDANG MERAWAT BURUNG.. SUMI MASUK..
SUMI (Marah)
Bapak…!!!
RIYADI
Ada apa to bu, pagi-pagi sudah marah seperti orang
kebakaran jenggot. Ada apa?
SUMI
Bapak itu lho!! Dipanggil-panggil malah ngurusin
burung saja!!
RIYADI
Burung bapak kan cuma satu, ya harus dirawat. Kalau
tidak bapak yang merawat siapa lagi. Ibu mau? Ibu saja lihat bulunya saja sudah
geli.
(Meletakan Laras)
Ada apa to bu?
SUMI
Pak! Kompor yang ada dibelakang itu minyaknya sudah
habis. Sudah tidak bisa digunakan untuk memasak lagi. Padahal ibu itu mau
menggoreng telor, untuk lauk kita Pak!!!!
RIYADI
O…itu. Cuma masalah kehabisan minyak. Kalau masalah
kehabisan minyak, Pakai kayu bakar saja kan bisa. Toh kayu bakar yang ada
dibelakang itu masih banyak. …
SUMI
Ibu tidak mau Pak!!! Masak cuma menggoreng telor saja
harus menunggu setengah jam dulu. Ambil kayu dululah.. Menunggu apinya
besarlah.. Belum lagi nanti jika apinya mati-mati. Pokoknya ibu tidak mau pakai
kayu bakar.
Riyadi
Lalu Apa ibu mau memilih untuk menunggu setengah hari?
Menunggu bapak Gajian. Pilih mana? Setengah hari atau setengah jam?
SUMI (Kesal)
Pokoknya ibu tidak mau menggorenag telor pakai tungku
dan kayu bakar!!!
RIYADI
Ya sudah kalau ibu tidak mau. Lagi pula si Eko juga baru
kemah dan pulangnya masih nanti sore. Jadi telornya digoreng nanti sore saja.
Menunggu si Eko pulang dan menunggu minyaknya datang.
SUMI
Bapak itu lho!! Selalu begitu. Selalu mencari alasan,
kalau ditanya kebutuhan rumah. Alasan inilah, itulah.
RIYADI
Ibu juga sedikit-sedikit ngomel, sedikit-sedikit
ngomel. Masalah kecil dibesar-besarkan. Cuma masalah kehabisan minyak saja dibesar-besarkan.
Apa enaknya to bu, punya masalah kecil yang dibesar-besarkan?
SUMI (mulai kesal)
Bapak…!! Bapak itu tidak mengerti keiginan seorang
istri. Seorang istri selalu punya kebutuhan pak!!! Dan bapak…..
RIYADI
Selalu tidak mau menuruti kebutuhan istri
(duduk).
Betulkan? Bapak juga tahu kalau seorang istri itu
mempunyai kebutuhan. Akan tetapi bu, Cobalah sedikit demi sedikit untuk sabar
dan nrimo, jika memang kebutuhan itu belum bisa terpenuhi sekarang. Jika ibu
mempunyai rasa sabar dan nrimo pasti keadaan rumah kita akan lebih tenang. Nyaman.
Adem Ayem. Ya seperti tetangga kita.
ADEGAN 2
LAMPU BERGANTI KE RUMAH B KELIHATAN AGUS YANG SEDANG MEMANDANG FOTO DAN
TERSENYUM SENDIRI. SAAT ISTRINYA MEMANGGIL, AGUS SEGERA MEMASUKAN FOTO TERSEBUT
KE DALAM TASNYA.
TIARA
Papi..!!
AGUS
Ya, mi!
TIARA
Papi (Masuk)
AGUS
Ya
TIARA
Pi (Mesra)
AGUS
Ya ya Ada apa mi ? Lho tumben pagi-pagi sudah
membawakan teh untuk papi. Nggak biasanya. Ooo tunggu dulu… Kalo begini ini pasti
mami ada maunya ini.
TIARA
Papi bisa saja. Begini pi. Butiknya Jeng Jenny yang di
dekat kantor papi itu lho. Kata jeng Ratna ada tas baru lho pi! Pasti bagus deh
kalo dipakai mami pada saat acara-acara dikantor papi.
AGUS
Terus..
TIARA
Terus, Jeng Anggi pakai gelang bagus sekali, yang
dibelinya kemarin di Toko Galaksi. Katanya jumlahnya terbatas lho pi. Kalo
orang bilang sih Limited edition.
AGUS
Terus..
TIARA
Terus, pakaian mami yang baru di beli kemarin sudah
bosen pi!!
AGUS
Terus....
TIARA
Koq papi terus-terus saja…
AGUS
Mami mau ini kan
(memegang uang )
Eit tunggu dulu mi. Tapi, ada syaratnya.
TIARA
Cium dulu, ya pi?
AGUS
O. Tidak. Syaratnya gampang mi. Pokoknya mami jangan
mendekati apa lagi membuka tas ini.
Kalau mami membuka tas ini, rahasia perusahaan tempat bekerja papi bisa
terlihat. Sebab, Papi takut kalau ada mata-mata dari perusahaan lain yang melihat
atau bahkan mencuri dokumen rahasia yang ada dalam tas ini. Bagaimana mami
mengerti kan?
TIARA (Tiara
merasa kalau uangya masih kurang)
Kelihatannya mami masih bingung pi!!
ADEGAN 3
LAMPU LANGSUNG BERGANTI KERUMAH A
RIYADI
Bagaimana bu. Enakkan kalau suatu rumah tidak ada
orang yang marah. Didengar tetangga juga enak. Didengar saja sudah enak apalagi
merasakannya. Pasti lebih enak bu.
SUMI
Tetangga disamping kita itu mulutnya jarang ngomel
karena setiap keinginan dan kebutuhan seorang Istri selalu dipenuhi. Lalu apa
yang bapak kasih kepada ibu. Burung? Sudah bosan Pak... Saya sudah bosan dengan
burung bapak..
RIYADI
Terserah ibu lah.
(minum)
Tehnya koq pahit to bu!!!
SUMI
Gulanya sudah habis. Mungkin dimakan burung kesayangan
bapak kali.
RIYADI
Jangan suka berkata seperti itu bu. Laras ini burung
yang cantik dan indah. Sulit mendapatkannya, amat sulit dan penuh perjuangan. Ya
hampir sama sulitnya mendapatkan wanita secantik dan semanis dirimu bu!! Karena
bapak harus bersaing dengan belasan orang yang ingin mendapatkan Ibu. Dari
tentara, pegawai bahkan sampai PNS. Mereka semua sudah siap dengan
sangkar-sangkar emasnya. Tapi ternyata Ibu pilih bapak kan. Ya sama halnya
Laras ini. Dia mau tinggal di sangkar yang jelek milik bapak.
SUMI AGAK TERSIPU
RIYADI
Ibu tersenyum kan?
SUMI
Ibu geli lihat burung bapak…
RIYADI
Masak sih bu?
(Mengambil burung dari tiang)
Dicoba dulu untuk memegangnya barangkali ibu suka. Tuh
bulunya, lebat dan halus. Eh bu, bulunya selebat ini, karena bapak merawat
Laras ini khusus untuk Ibu pegang. Ayo bu dipegang dulu burungnya.
SUMI
heh bapak, ibu betul-betul geli pak
AGUS MENGGODA ISTRINYA
DENGAN BURUNG ITU
RIYADI
Ha ha ha. Ibu – ibu baru lihat satu burung saja sudah
geli apa lagi dua burung.
SUMI
Apa
KAGET
RIYADI
Dua burung!!!
SUMI (marah)
Apa!!! Dua burung. O jadi ternyata bapak…
ADEGAN 4
LAMPU LANGSUNG BERGANTI KE RUMAH B
TIARA
Apa ini? Apa ini?
(Tiara memegang foto yang diambilnya dari tas
suaminya, dan Agus masuk tahu kalau istrinya memegang foto gadis cantik
miliknya).
Oh ya Tuhan, kenapa ini terjadi lagi padaku. Apa aku
ini kurang cantik untuk suamiku.
(Seperti tersadar)
Ini tidak bisa kubiarkan. Kalau seperti ini, bisa-bisa aku dimadu. Aku
tidak mau dimadu.
AGUS (mengalihkan perhatian)
Mam…. Andi dimana ya?
TIARA
Andi sedang berkemah bersama anaknya Pak Riyadi. Papi
kan yang mengantarnya kemarin.
AGUS
Oh ya papi lupa. Kalau si Partono ?
TIARA
Partono baru pulang kampung. Partono kan pamit
langsung kepada papi!!!
AGUS
Oh ya papi lupa lagi!! Mami…
DISAUT TIARA
TIARA
Sekarang papi duduk. Ini foto siapa pi?
AGUS
Oo itu. E e Itu foto Sek…
TIARA
Jangan bilang ini foto sekretaris Bos papi!! Alasan
lama!!
AGUS
Oh tidak Itu foto calon….
TIARA
Jangan bilang ini foto calon sekretaris papi. Jabatan
papi tidak memerlukan sekretaris. Ini sebenarnya untuk apa pi…. Ooo atau
foto-foto ini. Adalah wanita-wanita
incaran papi.
AGUS
Bukan..
(Mendapatkan alasan baru)
O o o ya ya itu foto calon Istri…
(Tiara Kaget)
TIARA
Apa …ini …ini…. Foto calon istri papi…. Jadi papi mau
cari….
ADEGAN
5
LAMPU LANGSUNG BERGANTI KERUMAH A. SUMI KAGET DAN MARAH
SUMI
Burung lagi!!! Bapak mau beli burung lagi. Saya tidak
menyangka bapak tega melakukan hal itu. Pak..!! Apa bapak tidak puas dengan
satu burung yang bapak miliki.!!!
RIYADI
Sebentar to bu, ini tidak seperti yang ibu bayangkan.
Bapak itu memang ada rencana untuk membeli burung……
DISAUT LANGSUNG OLEH SUMI
SUMI
O o… jadi bapak tidak mau membelikan minyak karena
bapak ingin membeli burung lagi, begitu ya pak. Bapak tega ya, bapak lebih
memilih burung daripada keinginan seorang istri. Padahal minyak itu untuk
kebutuhan kita sendiri Pak!! Untuk Si Eko juga.
RIYADI
Bu sebenarnya….
SUMI
Ibu benar-benar kecewa Pak!!!!
RIYADI (Agak membentak)
Bu !!! Bapak belum beli minyak karena bapak
benar-benar belum gajian, gaji bapak rencananya akan diberikan setelah proyek
bangunannya selesai, dan semoga nanti sore sudah selesai. Sementara untuk
masalah burung bapak yang kedua. Bapak masih pikir-pikir dulu. Ya itu rencana
jangka panjang bapak, tidak untuk bulan-bulan ini.
MELIHAT SUMI
Ibu masih marah. Bu kita harus sabar dalam menghadapi
segala cobaan yang diberikan Tuhan, termasuk cobaan ini. Sudahlah...Bapak pergi
dulu …. Asalamualaikum
KELUAR
SUMI
Walaikumsalam
ADEGAN 6
LAMPU LANGSUNG KE RUMAH B
AGUS (Suasana mereda)
Foto itu calon istri teman papi. Kalau mami tidak
percaya Ya sudah. Terserah Mami
TIARA
Tapi…..Mami agak sangsi dengan perkataan Papi itu!
AGUS MELIHAT SERAMBI RUMAH A
AGUS
Sebenarnya begini mi, papi punya rencana bagus…
TIARA
Paling rencana untuk membohongi mami lagi kan?
AGUS
Oo tidak. Rencana itu adalah tentang kenaikan Anggran
Pembelanjaan Istri Bapak Agus….
TIARA
Apa?
AGUS
Janji apa?
TIARA
Kenaikan APBIBA, Anggaran Pembelanjaan Istri Bapak
Agus
AGUS
Ya ya Papi pergi dulu…
AGUS MULAI MASUK SERAMBI
RUMAH A LAMPU RUMAH A
MULAI MENYALA SAMBIL MELIHAT ISTRINYA DAN
MENDEKAT KE KANDANG BURUNG MILIK PAK RIYADI
TIARA
Ada apa ya? Setiap kali papi lewat situ selalu
mendekat kearah kandang burung..
TIARA MASUK RUMAH DAN
LAMPU RUMAH B MULAI MEREDUP
ADEGAN 7
RUMAH A, AGUS MENGELUARKAN FOTO YANG
MASIH DISIMPAN DALAM BAJUNYA)
AGUS
Untung foto Sumi ku tersayang tidak dilihat Mami.
Kalau dilihat rencana ku bisa kacau. Ah sekarang saatnya menjalankan rencana. Bu
Sumi, bu...
SUMI (masuk)
O pak Agus. silahkan duduk pak.
AGUS
O tidak perlu. Saya tidak lama disini!
SUMI
Ada apa ya Pak?
AGUS (Berkeliling
serambi)
Kursi Bu Sumi sudah agak tua ya dan sangat ketinggalan
zaman. berbeda dengan punya saya.
SUMI (berfirasat Buruk)
Ya begitulah Pak
AGUS
Lalu atap bu Sumi juga sudah mulai rapuh. Beda dengan
atap saya ya.
SUMI (agak kesal)
Bapak datang kesini ada keperluan apa ya pak?
AGUS (Semakin
Nglunjak)
Lalu suami ibu Cuma tukang bangunan ya. Sangat beda jauh
dengan saya. Seorang tukang bangunan dan seorang pegawai kantoran.
SUMI
Pak!!! Kalau niat Pak Agus datang kesini hanya untuk
menghina keluarga kami. Silahkan angkat kaki dari rumah ini!!
AGUS
Bukan bagitu maksud saya….
(Semakin menjadi)
tapi begini Sum
ADEGAN 8
SUMI
Jangan kelewatan ya pak.
RIYADI MASUK
AGUS
ha ha Suami ibu tidak ada disini. Istri saya juga
sedang didalam rumah, sedang menata perhiasan-perhiasannya yang serba mahal.
SUMI
Apa maksud pak Agus?
AGUS
Ibu kan tahu sendiri maksud saya. Kalau Pak Agus yang
kaya ini ingin…
(berbalik dan melihat Pak Riyadi. Lalu Agus
mengalihkan perhatian )
Membeli kursi yang lapuk ini.
RIYADI
Begini pak Agus. Kursi yang lapuk ini tidak kami jual.
Kami masih membutuhkan kursi ini. Dan kalau bapak mau kursi yang lain silahkan
bapak membeli diluar saja.
AGUS
O ya sudah, kalau niat baik saya ditolak. Ya sudah. Dasar
tidak tahu diuntung. Terima kasih
AGUS KEMBALI KERUMAHNYA
LAMPU RUMAH B MASIH MATI
SUMI
Lho kenapa bapak tidak marah, melihat istriya di
perlakukan seperti itu.
RIYADI
Sebenarnya bapak tadi sempat ingin marah. Akan tetapi
bapak ingat kebaikan Pak Agus, waktu membantu Eko masuk SMP. Ibu ingatkan,
waktu itu bapak tidak punya uang untuk membayar uang seragam dan lain lain. Tapi
berkat kebaikan Pak Agus, Eko dapat masuk sekolah. Itulah kenapa bapak tadi
tidak jadi marah. Ya sudah lah, tapi bapak akan marah ketika hal ini terulang
lagi atau bahkan lebih daripada ini. Dan Ibu harus ingat perkataan saya, kalau
kita harus sabar dalam menghadapi cobaan. Karena Orang sabar itu….
SUMI
Disayang Tuhan kan? Selalu kata-kata itu yang bapak
ucapakan..
RIYADI
Cobalah untuk memaknai kata-kata itu lebih dalam. Baiklah
Bu sebaiknya bapak ambil peralatan yang ketinggalan dan pergi ketempat kerja.
Assalamulaikum
KELUAR
SUMI
Walaikumsalam…
LAMPU A MATI DAN B MENYALA
ADEGAN 9
TERLIHAT AGUS YANG KESAL ATAS KEGAGALAN RENCANANYA
TIARA (Masuk)
Lho papi belum berangkat?
AGUS
Mami tahu sendiri kalau papi masih disini, berarti
papi belum berangkat.
TIARA
Emangnya ada apa sih pi?
AGUS
Nggak ada apa-apa.
(Bergumam sendiri)
Sial gara-gara pak Riyadi datang rencana saya gagal
total. Tapi saya tidak boleh menyerah. Tunggu saja kedatanganku Sum...
(Berhenti).
TIARA
Pak Riyadi? Ada apa sih pi?
AGUS
Tidak ada apa-apa !!!
(Mengalihkan perhatian)
Itu burung nya Pak Riyadi mau saya beli. Saking
indahnya papi jadi kangen terus lihat burungnya Pak Riyadi.