Daftar Blog Saya

Selasa, 04 Desember 2012

LARAS 1



Lakon
Laras (1)
Seekor Burung Yang hidup Ditengah Kompleksnya Masalah Rumah Tangga
Komedi Karya Dukut W.N.


Pemain
Riyadi  :           40 Tahun
Sumi    :           28 Tahun
Agus    :           38 Tahun
Tiara    :           29 Tahun
Ayu     :           28 Tahun
Ratna   :           28 Tahun

2009


TAMPAK 2 SERAMBI RUMAH YANG BERDAMPINGAN. DIMANA RUMAH A RUMAH MILIK KELUARGA YANG EKONOMINYA KURANG DAN SATUNYA LAGI RUMAH B KELUARGA YANG MENENGAH KEATAS. TAMPAK JUGA DISANA ADA SEBUAH KANDANG DAN SEEKOR BURUNG, MILIK KELURAGA YANG EKONOMINYA KURANG.

SEMUA SERAMBI MENYALA DI DEPAN RUMAH A TERLIHAT RIYADI YANG SEDANG MEMANDIKAN BURUNG DAN SEMENTARA TERLIHAT RUMAH B YANG TERLIHAT AGUS SEDANG MEMANDANGI FOTO DAN MENCIUMNYA.
MUSIK HAMPIR SELESAI…(LAMPU FLIP-FLOP SECARA BERGANTIAN) TERDENGAR SUARA DARI BELAKANG.

SUMI  (Dengan Suara yang agak marah) Rumah A
Bapak…..!!!

TIARA            (Dengan Suara yang mesra) Rumah B
Papi….!!! 

SUMI  (agak marah) Rumah A
Bapak….!!!

TIARA            (agak mesra) Rumah B
Papi!! Pi

SUMI  (Suara yang makin keras
Bapak!! Pak

MUSIK SELESAI


ADEGAN 1

RUMAH A TERDENGAR SUARA BURUNG BERKICAU DAN RIYADI SEDANG MERAWAT BURUNG.. SUMI MASUK..

SUMI (Marah)
Bapak…!!!

RIYADI         
Ada apa to bu, pagi-pagi sudah marah seperti orang kebakaran jenggot. Ada apa?

SUMI 
Bapak itu lho!! Dipanggil-panggil malah ngurusin burung saja!!

RIYADI         
Burung bapak kan cuma satu, ya harus dirawat. Kalau tidak bapak yang merawat siapa lagi. Ibu mau? Ibu saja lihat bulunya saja sudah geli.

(Meletakan Laras)

Ada apa to bu?

SUMI 
Pak! Kompor yang ada dibelakang itu minyaknya sudah habis. Sudah tidak bisa digunakan untuk memasak lagi. Padahal ibu itu mau menggoreng telor, untuk lauk kita Pak!!!!

RIYADI         
O…itu. Cuma masalah kehabisan minyak. Kalau masalah kehabisan minyak, Pakai kayu bakar saja kan bisa. Toh kayu bakar yang ada dibelakang itu masih banyak. …

SUMI 
Ibu tidak mau Pak!!! Masak cuma menggoreng telor saja harus menunggu setengah jam dulu. Ambil kayu dululah.. Menunggu apinya besarlah.. Belum lagi nanti jika apinya mati-mati. Pokoknya ibu tidak mau pakai kayu bakar.

Riyadi 
Lalu Apa ibu mau memilih untuk menunggu setengah hari? Menunggu bapak Gajian. Pilih mana? Setengah hari atau setengah jam?

SUMI  (Kesal)
Pokoknya ibu tidak mau menggorenag telor pakai tungku dan kayu bakar!!!

RIYADI  
Ya sudah kalau ibu tidak mau. Lagi pula si Eko juga baru kemah dan pulangnya masih nanti sore. Jadi telornya digoreng nanti sore saja. Menunggu si Eko pulang dan menunggu minyaknya datang.

SUMI 
Bapak itu lho!! Selalu begitu. Selalu mencari alasan, kalau ditanya kebutuhan rumah. Alasan inilah, itulah.

RIYADI         
Ibu juga sedikit-sedikit ngomel, sedikit-sedikit ngomel. Masalah kecil dibesar-besarkan. Cuma masalah kehabisan minyak saja dibesar-besarkan. Apa enaknya to bu, punya masalah kecil yang dibesar-besarkan?

SUMI  (mulai kesal)
Bapak…!! Bapak itu tidak mengerti keiginan seorang istri. Seorang istri selalu punya kebutuhan pak!!! Dan bapak…..

RIYADI         
Selalu tidak mau menuruti kebutuhan istri

(duduk).

Betulkan? Bapak juga tahu kalau seorang istri itu mempunyai kebutuhan. Akan tetapi bu, Cobalah sedikit demi sedikit untuk sabar dan nrimo, jika memang kebutuhan itu belum bisa terpenuhi sekarang. Jika ibu mempunyai rasa sabar dan nrimo pasti keadaan rumah kita akan lebih tenang. Nyaman. Adem Ayem. Ya seperti tetangga kita.

ADEGAN 2

LAMPU BERGANTI KE RUMAH B KELIHATAN AGUS YANG SEDANG MEMANDANG FOTO DAN TERSENYUM SENDIRI. SAAT ISTRINYA MEMANGGIL, AGUS SEGERA MEMASUKAN FOTO TERSEBUT KE DALAM TASNYA.

TIARA             
Papi..!!

AGUS 
Ya, mi!

TIARA           
Papi (Masuk)

AGUS 
Ya

TIARA           
Pi (Mesra)

AGUS 
Ya ya Ada apa mi ? Lho tumben pagi-pagi sudah membawakan teh untuk papi. Nggak biasanya. Ooo tunggu dulu… Kalo begini ini pasti mami ada maunya ini.

TIARA           
Papi bisa saja. Begini pi. Butiknya Jeng Jenny yang di dekat kantor papi itu lho. Kata jeng Ratna ada tas baru lho pi! Pasti bagus deh kalo dipakai mami pada saat acara-acara dikantor papi.

AGUS 
Terus..

TIARA           
Terus, Jeng Anggi pakai gelang bagus sekali, yang dibelinya kemarin di Toko Galaksi. Katanya jumlahnya terbatas lho pi. Kalo orang bilang sih Limited edition.

AGUS 
Terus..

TIARA           
Terus, pakaian mami yang baru di beli kemarin sudah bosen pi!!

AGUS 
Terus....

TIARA           
Koq papi terus-terus saja…

AGUS 
Mami mau ini kan

(memegang uang )

Eit tunggu dulu mi. Tapi, ada syaratnya.

TIARA           
Cium dulu, ya pi?

AGUS 
O. Tidak. Syaratnya gampang mi. Pokoknya mami jangan mendekati  apa lagi membuka tas ini. Kalau mami membuka tas ini, rahasia perusahaan tempat bekerja papi bisa terlihat. Sebab, Papi takut kalau ada mata-mata dari perusahaan lain yang melihat atau bahkan mencuri dokumen rahasia yang ada dalam tas ini. Bagaimana mami mengerti kan?

TIARA            (Tiara merasa kalau uangya masih kurang)
Kelihatannya mami masih bingung pi!!
ADEGAN 3

LAMPU LANGSUNG BERGANTI KERUMAH A

RIYADI         
Bagaimana bu. Enakkan kalau suatu rumah tidak ada orang yang marah. Didengar tetangga juga enak. Didengar saja sudah enak apalagi merasakannya. Pasti lebih enak bu.

SUMI 
Tetangga disamping kita itu mulutnya jarang ngomel karena setiap keinginan dan kebutuhan seorang Istri selalu dipenuhi. Lalu apa yang bapak kasih kepada ibu. Burung? Sudah bosan Pak... Saya sudah bosan dengan burung bapak..

RIYADI         
Terserah ibu lah.

(minum)

Tehnya koq pahit to bu!!!

SUMI 
Gulanya sudah habis. Mungkin dimakan burung kesayangan bapak kali.

RIYADI         
Jangan suka berkata seperti itu bu. Laras ini burung yang cantik dan indah. Sulit mendapatkannya, amat sulit dan penuh perjuangan. Ya hampir sama sulitnya mendapatkan wanita secantik dan semanis dirimu bu!! Karena bapak harus bersaing dengan belasan orang yang ingin mendapatkan Ibu. Dari tentara, pegawai bahkan sampai PNS. Mereka semua sudah siap dengan sangkar-sangkar emasnya. Tapi ternyata Ibu pilih bapak kan. Ya sama halnya Laras ini. Dia mau tinggal di sangkar yang jelek milik bapak.

SUMI AGAK TERSIPU

RIYADI           
Ibu tersenyum kan?

SUMI 
Ibu geli lihat burung bapak…

RIYADI         
Masak sih bu?

(Mengambil burung dari tiang)

Dicoba dulu untuk memegangnya barangkali ibu suka. Tuh bulunya, lebat dan halus. Eh bu, bulunya selebat ini, karena bapak merawat Laras ini khusus untuk Ibu pegang. Ayo bu dipegang dulu burungnya.

SUMI 
heh bapak, ibu betul-betul geli pak

AGUS MENGGODA ISTRINYA DENGAN BURUNG ITU

RIYADI         
Ha ha ha. Ibu – ibu baru lihat satu burung saja sudah geli apa lagi dua burung.

SUMI 
Apa

KAGET

RIYADI         
Dua burung!!!

SUMI  (marah)
Apa!!! Dua burung. O jadi ternyata bapak…


ADEGAN 4

LAMPU LANGSUNG BERGANTI KE RUMAH B

TIARA           
Apa ini? Apa ini?

(Tiara memegang foto yang diambilnya dari tas suaminya, dan Agus masuk tahu kalau istrinya memegang foto gadis cantik miliknya).

Oh ya Tuhan, kenapa ini terjadi lagi padaku. Apa aku ini kurang cantik untuk suamiku.

(Seperti tersadar)

Ini tidak bisa kubiarkan.  Kalau seperti ini, bisa-bisa aku dimadu. Aku tidak mau dimadu.

AGUS (mengalihkan perhatian)
Mam…. Andi dimana ya?

TIARA           
Andi sedang berkemah bersama anaknya Pak Riyadi. Papi kan yang mengantarnya kemarin.

AGUS 
Oh ya papi lupa. Kalau si Partono ?

TIARA           
Partono baru pulang kampung. Partono kan pamit langsung kepada papi!!!

AGUS 
Oh ya papi lupa lagi!! Mami…

DISAUT TIARA

TIARA           
Sekarang papi duduk. Ini foto siapa pi?

AGUS 
Oo itu. E e Itu foto Sek…

TIARA           
Jangan bilang ini foto sekretaris Bos papi!! Alasan lama!!

AGUS 
Oh tidak Itu foto calon….

TIARA           
Jangan bilang ini foto calon sekretaris papi. Jabatan papi tidak memerlukan sekretaris. Ini sebenarnya untuk apa pi…. Ooo atau foto-foto ini.  Adalah wanita-wanita incaran papi.

AGUS 
Bukan..

(Mendapatkan alasan baru)

O o o ya ya itu foto calon Istri…

(Tiara Kaget)

TIARA           
Apa …ini …ini…. Foto calon istri papi…. Jadi papi mau cari….


ADEGAN  5

LAMPU LANGSUNG BERGANTI KERUMAH A. SUMI KAGET DAN MARAH

SUMI 
Burung lagi!!! Bapak mau beli burung lagi. Saya tidak menyangka bapak tega melakukan hal itu. Pak..!! Apa bapak tidak puas dengan satu burung yang bapak miliki.!!!

RIYADI         
Sebentar to bu, ini tidak seperti yang ibu bayangkan. Bapak itu memang ada rencana untuk membeli burung……

DISAUT LANGSUNG OLEH SUMI

SUMI 
O o… jadi bapak tidak mau membelikan minyak karena bapak ingin membeli burung lagi, begitu ya pak. Bapak tega ya, bapak lebih memilih burung daripada keinginan seorang istri. Padahal minyak itu untuk kebutuhan kita sendiri Pak!! Untuk Si Eko juga.

RIYADI         
Bu sebenarnya….

SUMI 
Ibu benar-benar kecewa Pak!!!!

RIYADI (Agak membentak)
Bu !!! Bapak belum beli minyak karena bapak benar-benar belum gajian, gaji bapak rencananya akan diberikan setelah proyek bangunannya selesai, dan semoga nanti sore sudah selesai. Sementara untuk masalah burung bapak yang kedua. Bapak masih pikir-pikir dulu. Ya itu rencana jangka panjang bapak, tidak untuk bulan-bulan ini.

MELIHAT SUMI

Ibu masih marah. Bu kita harus sabar dalam menghadapi segala cobaan yang diberikan Tuhan, termasuk cobaan ini. Sudahlah...Bapak pergi dulu …. Asalamualaikum

KELUAR

SUMI 
Walaikumsalam


ADEGAN 6

LAMPU LANGSUNG KE RUMAH B

AGUS  (Suasana mereda)
Foto itu calon istri teman papi. Kalau mami tidak percaya Ya sudah. Terserah Mami

TIARA           
Tapi…..Mami agak sangsi dengan perkataan Papi itu!

AGUS MELIHAT SERAMBI RUMAH A

AGUS 
Sebenarnya begini mi, papi punya rencana bagus…

TIARA           
Paling rencana untuk membohongi mami lagi kan?

AGUS 
Oo tidak. Rencana itu adalah tentang kenaikan Anggran Pembelanjaan Istri Bapak Agus….

TIARA           
Apa?

AGUS 
Janji apa?

TIARA           
Kenaikan APBIBA, Anggaran Pembelanjaan Istri Bapak Agus

AGUS 
Ya ya Papi pergi dulu…

AGUS MULAI MASUK SERAMBI RUMAH A  LAMPU RUMAH A MULAI MENYALA SAMBIL MELIHAT ISTRINYA DAN MENDEKAT KE KANDANG BURUNG MILIK PAK RIYADI

TIARA           
Ada apa ya? Setiap kali papi lewat situ selalu mendekat kearah kandang burung..

TIARA MASUK RUMAH DAN LAMPU  RUMAH B MULAI MEREDUP


ADEGAN 7

RUMAH A, AGUS MENGELUARKAN FOTO YANG MASIH DISIMPAN DALAM BAJUNYA)

AGUS 
Untung foto Sumi ku tersayang tidak dilihat Mami. Kalau dilihat rencana ku bisa kacau. Ah sekarang saatnya menjalankan rencana. Bu Sumi, bu...

SUMI  (masuk)  
O pak Agus. silahkan duduk pak.

AGUS 
O tidak perlu. Saya tidak lama disini!

SUMI 
Ada apa ya Pak?

AGUS  (Berkeliling serambi)
Kursi Bu Sumi sudah agak tua ya dan sangat ketinggalan zaman. berbeda dengan punya saya.

SUMI  (berfirasat Buruk)
Ya begitulah Pak

AGUS 
Lalu atap bu Sumi juga sudah mulai rapuh. Beda dengan atap saya ya.

SUMI  (agak kesal)
Bapak datang kesini ada keperluan apa ya pak?

AGUS  (Semakin Nglunjak)
Lalu suami ibu Cuma tukang bangunan ya. Sangat beda jauh dengan saya. Seorang tukang bangunan dan seorang pegawai kantoran.

SUMI 
Pak!!! Kalau niat Pak Agus datang kesini hanya untuk menghina keluarga kami. Silahkan angkat kaki dari rumah ini!!

AGUS 
Bukan bagitu maksud saya….

(Semakin menjadi)

tapi begini Sum

ADEGAN 8

SUMI 
Jangan kelewatan ya pak.

RIYADI MASUK

AGUS 
ha ha Suami ibu tidak ada disini. Istri saya juga sedang didalam rumah, sedang menata perhiasan-perhiasannya yang serba mahal.

SUMI 
Apa maksud pak Agus?

AGUS 
Ibu kan tahu sendiri maksud saya. Kalau Pak Agus yang kaya ini ingin…

(berbalik dan melihat Pak Riyadi. Lalu Agus mengalihkan perhatian )

Membeli kursi yang lapuk ini.

RIYADI         
Begini pak Agus. Kursi yang lapuk ini tidak kami jual. Kami masih membutuhkan kursi ini. Dan kalau bapak mau kursi yang lain silahkan bapak membeli diluar saja.

AGUS 
O ya sudah, kalau niat baik saya ditolak. Ya sudah. Dasar tidak tahu diuntung. Terima kasih

AGUS KEMBALI KERUMAHNYA LAMPU RUMAH B MASIH MATI

SUMI 
Lho kenapa bapak tidak marah, melihat istriya di perlakukan seperti itu.

RIYADI         
Sebenarnya bapak tadi sempat ingin marah. Akan tetapi bapak ingat kebaikan Pak Agus, waktu membantu Eko masuk SMP. Ibu ingatkan, waktu itu bapak tidak punya uang untuk membayar uang seragam dan lain lain. Tapi berkat kebaikan Pak Agus, Eko dapat masuk sekolah. Itulah kenapa bapak tadi tidak jadi marah. Ya sudah lah, tapi bapak akan marah ketika hal ini terulang lagi atau bahkan lebih daripada ini. Dan Ibu harus ingat perkataan saya, kalau kita harus sabar dalam menghadapi cobaan. Karena Orang sabar itu….

SUMI 
Disayang Tuhan kan? Selalu kata-kata itu yang bapak ucapakan..

RIYADI         
Cobalah untuk memaknai kata-kata itu lebih dalam. Baiklah Bu sebaiknya bapak ambil peralatan yang ketinggalan dan pergi ketempat kerja. Assalamulaikum

KELUAR

SUMI 
Walaikumsalam…

LAMPU A MATI DAN B MENYALA

ADEGAN 9

TERLIHAT AGUS YANG KESAL ATAS KEGAGALAN RENCANANYA

TIARA            (Masuk)
Lho papi belum berangkat?

AGUS 
Mami tahu sendiri kalau papi masih disini, berarti papi belum berangkat.

TIARA           
Emangnya ada apa sih pi?

AGUS 
Nggak ada apa-apa.

(Bergumam sendiri)

Sial gara-gara pak Riyadi datang rencana saya gagal total. Tapi saya tidak boleh menyerah. Tunggu saja  kedatanganku Sum...

(Berhenti).

TIARA           
Pak Riyadi? Ada apa sih pi?

AGUS 
Tidak ada apa-apa !!!

(Mengalihkan perhatian)

Itu burung nya Pak Riyadi mau saya beli. Saking indahnya papi jadi kangen terus lihat burungnya Pak Riyadi.

AGUS 
Nggak ada apa-apa.

(Bergumam sendiri)

Sial gara-gara pak Riyadi datang rencana saya gagal total. Tapi saya tidak boleh menyerah. Tunggu saja  kedatanganku Sum...

(Berhenti).

TIARA           
Pak Riyadi? Ada apa sih pi?

AGUS 
Tidak ada apa-apa !!!

(Mengalihkan perhatian)

Itu burung nya Pak Riyadi mau saya beli. Saking indahnya papi jadi kangen terus lihat burungnya Pak Riyadi.

TIARA           
Burung Pak Riyadi?

AGUS  (Melihat Rumah A)
Ah tampaknya Pak Riyadi sudah berangkat…..

TIARA           
Apa maksudnya papi. Apa papi ini sakit? Bicara sendiri seperti orang yang kesurupan. Papi sakit ya?

Agus   
Sudahlah sebaiknya Mami segera masuk rumah biar lebih aman. Bahaya jika ada mata-mata yang papi ceritakan tadi. Papi akan segera berangkat kerja.

TIARA           
Baiklah

MASUK RUMAH

AGUS 
Nah ini lah saatnya Rencana B

AGUS MULAI MASUK KERUMAH A DAN PERLAHAN LAMPU B MEREDUP


ADEGAN 10

RUMAH A

AGUS 
Sum….

DENGAN NADA YANG MERDU TAPI CUKUP LIRIH, SUMI MASUK
Baiklah

MASUK RUMAH

AGUS 
Nah ini lah saatnya Rencana B

AGUS MULAI MASUK KERUMAH A DAN PERLAHAN LAMPU B MEREDUP


ADEGAN 10

RUMAH A

AGUS 
Sum….

DENGAN NADA YANG MERDU TAPI CUKUP LIRIH, SUMI MASUK
 
180 Derajat. Lalu apakah nanti saya tidak perlu memikirkan minyak yang habis lagi?

AGUS 
Jelas

SUMI 
Saya tidak perlu susah-susah untuk mengambil kayu bakar dan menyalakan api lagi.

AGUS 
Pasti, atau bahkan ibu tinggal mencet kalau pingin masak.

SUMI 
Tinggal mencet….

ADEGAN 11

AGUS 
Ya. Tinggal mencet. Bagaimana bu, tertarik dengan tawaran saya.

LAMPU RUMAH B PERLAHAN MENYALA DAN TIARA MULAI MELIHAT AGUS, DAM MENYIMAK PEMBICARAAN

SUMI 
Saya jadi penasaran Ya Pak…

AGUS 
Begini bu Sumi, sesuai yang saya katakan tadi bahwa kedatangan saya datang kesini untuk menawari ibu. Dan tawaran saya adalah…. (berbalik dan melihat Tiara, lalu Agus mengalihkan perhatian) Kalau saya akan membeli burung Pak Riyadi. (Dengan nada yang keras supaya terdengar Tiara) Ya Membeli burung pak Riyadi.

SUMI 
Masak hanya dengan burung sekecil itu kehidupan saya bisa berubah.

AGUS 
Maksud saya.. e  e.. e

TIARA            (Marah)
Papi…

AGUS 
Ya mi…

TIARA           
Dari tadi papi belum berangkat ya karena ingin berduaan dengan wanita kegatelan ini ya, Pantesan..!!

AGUS 
Tidak mi Tidak.

BERUSAHA MENGHINDAR

SUMI 
Bu Tiara saya harap ibu bisa menjaga mulut Ibu ya. Saya ini bukan wanita kegatelan, seperti yang ibu sangka.!

TIARA           
Buktinya Suami saya berduaan dengan Anda! Dasar Wanita jalang.

SUMI 
He bu…Tanya saja sama suami ibu. Apa yang membuat Pak Agus mau berduaan dengan saya. O o mungkin Pak Agus sudah bosan kali sama Gajah betina.

TIARA           
Wanita kurang ajar. Wanita kegatelan!!!

SUMI 
Bu sudah saya katakan saya bukan wanita kegatelan. Dan sekarang saya harap Ibu segera pergi dari sini.

AGUS 
Bu Sumi sabar dong….

TIARA           
ayo kita pergi, pi

AGUS  (Agus agak membentak)
saya datang kesini ingin membeli burungnya Pak Riyadi. Kan papi tadi sudah bilang, kalo papi ingin membeli burung itu.

TIARA           
Burung kecil dan jelek kaya gitu saja di beli. Ayo kita pergi

SUMI 
E E… Sekarang malah menghina burung suami saya. He ..Ibu jangan pernah merendahkan burung suami saya. Meskipun saya agak geli sama burung itu, tapi itu tetap burung suami saya. Dan sekali lagi saya harap Ibu pergi dari sini sekarang juga.

TIARA           
Baik saya akan pergi dari sini, ayo pi….

AGUS 
Saya tidak ikut mami, sebaiknya saya kekantor saja. Dari pada dirumah lihat mami , pusing aku!!

KELUAR. TIARA KERUMAH B, TIARA DAN SUMI DUDUK DI SERAMBI MASING-MASING RUMAHNYA SENDIRI. LALU DATANG JENG RATNA DAN AYU. RUMAH A MASIH MENYALA

ADEGAN 12

RATNA          
SUMI 
E E… Sekarang malah menghina burung suami saya. He ..Ibu jangan pernah merendahkan burung suami saya. Meskipun saya agak geli sama burung itu, tapi itu tetap burung suami saya. Dan sekali lagi saya harap Ibu pergi dari sini sekarang juga.

TIARA           
Baik saya akan pergi dari sini, ayo pi….

AGUS 
Saya tidak ikut mami, sebaiknya saya kekantor saja. Dari pada dirumah lihat mami , pusing aku!!

KELUAR. TIARA KERUMAH B, TIARA DAN SUMI DUDUK DI SERAMBI MASING-MASING RUMAHNYA SENDIRI. LALU DATANG JENG RATNA DAN AYU. RUMAH A MASIH MENYALA

ADEGAN 12

RATNA          
Pagi jeng Tiara…

AYU   
Pagi jeng Tiara..

TIARA           
Pagi juga!!

AYU   
Masih seperti biasanya jeng…

TIARA           
Oh jelas, Masih cantik dan agak seksi…

RATNA          
Ya sih… Agak seksi…. Oh ya jeng ada gosip baru lho jeng. Datangnya pagi ini lho. Masih panas.
Kalau orang bilang, masih HOT…

TIARA           
Apa gosip terbarunya jeng?

AYU   
Eh jeng kamu tahukan Pak handoko yang tinggal di Jalan Merak itu?

TIARA           
Yang mantan anggota Dewan itu?

RATNA          
Ya jeng. Kabarnya ya jeng ya. Pak Handoko yang terkenal kaya itu, kena pelet lho Jeng!

TIARA           
Ah yang bener…

AYU   
Bener Jeng. Dan lebih parahnya lagi Dia dipelet sama tetangganya sendiri. Bayangkan jeng tetangganya dekatnya.

TIARA           
Apa tetangganya itu wanita?

AYU   
Jelas dong jeng, masak laki-laki sih. Eh jeng dan lebih parahnya lagi, Pak Handoko ini hampir memberikan seluruh hartanya kepada wanita pelet itu jeng. Bayangkan seluruh hartanya.

TIARA           
Sampai segitunya. Lalu apa ciri-ciri orang yang kena pelet itu jeng?

RATNA          
Kalau tidak salah ciri-ciri orang yang kepelet itu, pinginnya lengket terus kepada orang yang memeletnya jeng. Dan terkadang orang yang kena pelet itu sering berbicara sendiri, seperti orang yang kesurupan. Ya omong nggak jelas alias ngelantur lah.

TIARA           
Kaya orang kesurupan! Kok seperti papi ya?

(mulai khawatir)

Lalu ciri-ciri orang yang memelet?

AYU   
O itu. Biasanya orang yang memelet itu mempunyai benda –benda aneh atau semacam jimat. Yang jelas, jimat atau benda-benda aneh itu digunakan untuk menaruh peletnya jeng.

TIARA           
Jimat , benda aneh…. Burung bisa?

AYU   
Mungkin. Emangnya ada apa sing jeng?

TIARA           
Ciri-ciri orang kepelet seperti yang jeng Ratna bilang, sama seperti keadaan suami saya. Dia tadi berbicara sendiri seperti orang kesurupan. Dan anehnya lagi dia selalu pingin dekat sama burung tetangga saya.

RATNA          
Ao… burung tetangga jeng Tiara?

TIARA           
Bukan burung yang itu, tapi burung yang ada di depan rumah tetangga saya. Coba lihat sebelah sana, setiap suami saya lewat situ pasti selalu mendekat ke kandang burung itu. Lalu tadi saya pergoki suami saya sedang berduaan dengan  wanita kegatelan itu. Terus saya tanya alasannya datang kesitu. Dan kalian tahu jeng apa jawabannya?

RATNA          
Apa?

TIARA           
Jawabanya dia suka sama burung tetangga saya dan kepingi membelinya dengan harga mahal.

RATNA (Membentak)
Sudah jelas jeng. Bahwa tetangga Jeng Tiara itu adalah

AYU   
Wanita Pelet. Labrak saja jeng!

RATNA          
Iya jeng labrak saja. Cuma melawan wanita itu saja. Masak nggak berani!!!

TIARA           
Saya kira inilah saatnya. Wanita kegatelan!!! saya tahu kamu memelet suami saya, karena ingin mendapatkan hartanya bukan? Dan saya tahu kalau burung suamimu itu digunakan sebagai alat perantaranya. Dasar wanita jalang, dasar wanita Pelet

SUM AYU   
Semua akan berakhir!!

(takut)

Jeng Ratna, bagaimana ini bisa-bisa terjadi perang besar ini.

RATNA            
Malah seru jeng. Ini akan jadi gosip terpanas tahun ini. Kita namakan saja Perang Istri. Bagus  kan jeng? Ha ha, semakin menarik ini jeng. Malah saya pingin ikut perang jeng.

AYU    (Gugup dan takut)
Jeng ini tidak tahu ya. Dalam setiap perang selalu ada korban.

RATNA          
Terus..

AYU   
Kita ini provokator jeng dan Kita.......

RATNA          
Ada apa jeng?

AYU   
Kita bisa masuk penjara

RATNA          
Masuk penjara. Kalau kita masuk penjara bagaimana?

AYU   
Ya kita tidak bisa ngegosip. Pergi kesalon, manycure dan wajah kita akan seperti nenek sihir.

RATNA          
Nenek sihir. Saya tidak mau jeng menjadi nenek sihir. Bagaimana ini jeng? Semuanya gara-gara burung itu. Ayo cepat kita hentikan jeng Tiara.

TIARA KELUAR

TIARA           
Saya sudah siap Terima kasih jeng Atas saran dan masukannya.

RATNA (Meredam)
Jeng Tiara, saya kira masalah ini tidak perlu dibawa segitunya jeng.

TIARA           
Maksudnya?

SUMI 
Maksudnya kamu itu lemah!

AYU   
Bukan-bukan. Maksudnya... masak kita sebagai orang elit dan berkelas harus melawan orang yang miskin itu.

RATNA          
Atau lebih tepatnya tidak selevel. Lagi pula apa sih yang kita dapatkan dari pertarungan ini. Tidak dapat apa-apa kan?

SUMI 
Ada.. Daging gajah betina yang sudah di gunting-gunting !!

TIARA AGAK MEMANAS

AYU   
Sabar jeng. Sabar jeng sabar… jeng ingatkan Orang sabar itu bagaimana.

SUMI 
Orang sabar disayang tuhan. Tapi kalau gajah betina disayang sama gunting saya ini.

TIARA            (Esmosi)
Ini tidak bisa kubiarkan jeng.

AYU   
Sabar jeng. Sabar. Ambil nafas jeng keluarkan dengan perlahan. Pikirkan nasib jeng Tiara kedepan, nama baik jeng Tiara.

RATNA          
Jeng Tiara kan sudah terkenal dengan orang yang sangat elit dan berkelas. Pikirkan jika jeng bertarung dengan orang yang tidak se level. Pasti nama baik yang sudah jeng bangun sekian lama akan runtuh. Karena Nila setitik rusak susu sebelangga. Ingat itu jeng..

AYU    (Tiara mulai tenang)
Bagaimana jeng.. Sudah tenangkan. Sebaiknya jeng Tiara masuk rumah saja, daripada harus mendengar suara-suara yang tidak perlu.

TIARA           
Baiklah jeng. Sebaiknya saya masuk rumah, mungkin dengan memasak akan menenangkan pikiran saya.

RATNA            
Dan kami juga pamit pulang Ya jeng ya.

AYU   
Da,da… jeng Tiara.

TIARA MASUK RUMAH DAN RATNA AYU KELUAR RUMAH LAMPU B PERLAHAN MEREDUP


ADEGAN 13

SUMI 
Dasar gajah betina, beraninya Cuma menggertak saja!! Dikiranya saya takut apa? Jangankan gajah Betina. Badak Batina pun saya ladenin.

(Rumah B perlahan meredup dan rumah A masih menyala Agus masuk)

Sumi kok dilawan.

AGUS 
Bu sumi....Bu

SUMI 
Pak Agus to.


SUMI 
Sebelumnya apa yang bisa dapat jika saya menyetujui tawaran Pak Agus..

AGUS 
Ibu bisa mengganti kursi yang lebih bagus dari kursi yang lapuk ini. Lalu ibu bisa mengganti Atap  yang jauh lebih bagus dari yang sekarang bu Sumi tempati.

SUMI 
Yang bener Pak Agus?

AGUS 
Ya tapi ada syaratnya!

SUMI

AGUS    erif"; mso-ansi-language: EN-US;">SUMI 
Yang bener Pak Agus?

AGUS 
Ya tapi ada syaratnya!

SUMI

AGUS   
Cuma mengganti seorang suami saja. Keadaan ekonomi ibu akan berubah derastis. Dan Ibu akan memiliki segala-galanya.

LAMPU RUMAH B MULAI MENYALA, TIARA NAMPAK DIDEPAN RUMAH SAMBIL MEMBAWA KOREK API DAN MELIHAT SUAMINYA BERDUAAN LAGI DENGAN SUMI

ADEGAN 14

SUMI (Bimbang)
...e ee e Tapi...E... Tapi siapa calon suami saya.

AGUS 
Calon Suami Ibu adalah Saya Sendiri. Dwi Agus Wahyu RRRRRRRRRRRR

TIARA            (Dengan suara keras)
Dasar wanita kegatelan. Rupanya benar Ya...kalau suami saya ini kena pelet sama wanita jalang ini. Ini tidak bisa kubiarkan. Aku tidak mau dimadu.

AGUS 
Begini mam...

TIARA           
Sudahlah pi. Papi tidak bersalah dalam hal ini. Mami akan berjuang mati-matian untuk papi. Mami harus menghancurkan pelet wanita jalang ini, dengan jalan membakar burung itu!

SUMI 
Dasar gajah betina. Jadi perang yang tertunda tadi kita lanjutkan kembali. Baiklah

TIARA           
Ok, sekarang papi minggir. Sebelum saya melumatkanmu, saya akan membakar burung suami terlebih dahulu. Biar suami saya sadar.

SUMI 
He ...Jangan bakar-bakar benda milik orang lain, walaupun saya sangat geli sedikit pada burung suami saya. Tapi saya akan melindunginya.

TIARA           
He jangan menghalangi saya…

AGUS 
Sudahlah mam…. Dan kau Sumi bagaimana dengan tawaran Saya, kamu setuju bukan?

SUMI 
Tidak...Sekarang saya lebih bernafsu untuk menyate gajah betina ini.

AGUS 
Tidak setuju. Yang bener Sum

TIARA AKHIRNYA BISA MELEPASKAN DARI HADANGAN AGUS DAN MENDAPATKAN KANDANG BURUNGNYA, .RIYADI MASUK

ADEGAN 15

TIARA           
Ha ha Akhirnya saya mendapatkan burung ini juga. Setelah saya membakarnya saya akan bertemu dengan Papiku yang dulu lagi. Sabar ya pi! Kau akan sadar betapa mami begitu cantik.

RIYADI (Nada Keras)
Letakkan!!! Letakkan Laras sekarang juga.

TIARA           
Burung Pak Riyadi ini ada peletnya!!!

RIYADI  (Nada Lebih Keras)
Saya bilang letakkan Laras sekarang juga. Dan Kamu Agus lepaskan tanganmu dari Sumi.

AGUS 
Pak Riyadi....Sebenarnya....

RIYADI         
Diam. Sekarang saya tanya apa yang sedang terjadi. (Saling berebut berbicara ). Diam!!! Sekarang saya tanya satu persatu,dari kamu dulu Sum. Ceritakan apa yang terjadi disini.

SUMI 
Begini Pak, Pada awalnya Pak Agus memberikan sebuah tawaran yang akan mengubah hidup kita Pak..

RIYADI         
Hidup kita atau hidup ibu sendiri.

SUMI 
E e e Ya pada dasanya hidup ibu sendiri.

RIYADI         
Lalu ibu menerimanya?

SUMI 
Pada awalnya saya hampir menerimanya, Tapi rupanya Pak Agus menawari saya menjadi istrinya dengan cara harus menceraikan bapak.

TIARA           
He dasar pembohong.. kamu itu yang memelet suami saya kan?
RIYADI         
Diam!!..Bu Tiara saya harap anda diam.

TIARA           
Pap lawan dia pap, masak papi nggak berani.

AGUS 
Ya..Mam.. Pak Riyadi

DENGAN PENAMPILAN GAGAH.

RIYADI         
Apa!!!!

AGUS  (Ternyata lebih ganas Riyadi)
Tidak apa-apa pak, silahkan dilanjutkan.

RIYADI         
Lalu setelah ibu mengetahui tawaran yang sebenarnya, apa yang ibu katakan?

SUMI 
Jelas Ibu menolaknya Pak!!!

RIYADI         
Begitu ya... Berarti Pak Agus ingin mencari istri lagi. Pak Agus..Mengapa anda ingin mencari istri lagi?

AGUS 
Karena....karena..

RIYADI         
Jawab yang tegas Pak Agus. Setegas anda mengajak istri saya untuk menikah.

AGUS 
Karena…… saya sudah muak dengan istri saya Pak! Minta ini, minta itu dan sangat gila harta. Sampai – sampai kebutuhan seorang suami dilupakan. Ya.. Kebutuhan seoarang suami dilupakan. Yang dipikirkan hanya harta dan tidak ada yang lain.

RIYADI         
Kebutuhan suami ya

(Agak merenung)!!

Sekarang kamu Bu Tiara, kenapa Ibu ingin membakar Laras?

TIARA            (Sambil menangis tersedu-sedu)
Begini Pak Riyadi, Alasan saya ingin membakar burung Pak Riyadi, maksud saya burung yang ada di kandang..

RIYADI         
Saya tahu, teruskan

TIARA           
Saya kira burung itu digunakan untuk memelet suami saya. Karena setiap kali suami saya lewat sini selalu mendekat ke kandang burung Pak Riyadi. Ternyata dugaan saya salah besar pak, Suami saya....suami saya...sudah bosan sama saya Pak!

(menangis)

Saya minta maaf Pak!

RIYADI         
Ya tidak apa-apa. Saya maafkan. Sekarang persoalan sudah jelas. Bu Tiara...Pak Agus. Kalian dulu mengikat janji suci yaitu pernikahan atas dasar apa? Atas dasar apa hingga Pak Agus dan Bu Tiara mau menjadi suami dan istri?

AGUS 
Cinta..

TIARA           
Cinta

RIYADI         
Cinta….?? Lalu apakah cinta yang dulu tumbuh begitu subur, sekarang harus hancur karena masalah harta dan nafsu. Sekarang kalian pikirkan Andi, anak kalian. Dia sangat menyayangi dan mencintai kalian. Tapi suatu saat dia akan sangat sangat membenci kalian. Karena kalian harus bertengkar bahkan harus berpisah  Kasihan Andi tidak ada cinta lagi dari seoarang ayah dan Ibu

(Tiara dan Agus Bertatapan)

AGUS 
Pak Riyadi sekarang kami sadar Pak. Bahwa harta dan nafsu bukan segala-galanya. Sekarang yang terpenting bagi kami adalah Cinta.  Tidak Harta ataupun Nafsu semata. Hanya Cinta. Cinta untuk Andi. Bukan begitu mi?

TIARA           
Ya pi, Pak Riyadi kami mengucapkan terima kasih banyak atas nasehatnya. Kami mulai menyadari arti dari pernikahan kami. Dan sekarang kami seperti pasangan yang baru lagi.

AGUS 
Kami pamit dulu ya pak. Sekarang kami akan menikmati sebagai pasangan baru

KELUAR.

RIYADI         
Ya ya..

MERENUNG AGAK LAMA, DAN TERDIAM MENATAP BURUNG

SUMI 
Pak saya minta maaf atas kelakuan saya sealama ini Pak, Saya lebih mengedepankan nafsu daripada Cinta dan keutuhan keluarga kita. Saya minta maaf ya Pak!!

RIYADI         
Sudahlah.. Bu... saya teringat dengan perkataan Pak Agus tadi.

SUMI 
Perkataan yang mana Pak?

RIYADI          (hening)

Lho kenapa bapak melihat Laras seperti itu. Tidak biasanya. Ada apa Pak? Laras sakit ya?

RIYADI         
Ini bu

(memberikan sebuah amplop)

SUMI 
Ini uang banyak sekali Pak.

(berfirasat buruk)

Ini tidak mungkin gaji bapak. Lalu ini uang....

(memandang ke Laras)

Bapak menjual Laras ya? Ini kan burung kesayangan bapak?

RIYADI         
Saya hidup untuk Ibu, bukan untuk Laras. Sudahlah bu yg pentingkan Si Eko bukan Laras.

SUMI 
Tapi Pak...

RIYADI         
Sudahlah bu. Laras akan mendapatkan tempat yang lebih baik dari ini. Karena saya tahu orang yang akan membeli Laras ini adalah orang kaya yang sangat mencintai burung.

(Kepada Laras)

Laras.. akhirnya kamu mendapatakan tuan yang akan memenuhi kebutuhanmu. Terima kasih Laras, berkat dirimu saya dapat memenuhi kebutuhan Isteri dan anak saya. Laras terima kasih Laras.

MUSIK MULAI MASUK. DATANG ORANG YANG MEMBELI BURUNG. RIYADI PUN MENYERAHKAN BURUNG ITU. DAN RIYADI MERENUNG DUDUK DIKURSI DAN. MUSIK HAMPIR SELESAI, TIBA-TIBA DIA TERBANGUN DAN MENERIAKKAN

RIYADI         
LARAS............

Black OUT