BAB I
1.1.
Latar
Belakang
Dalam
menempuh mata kuliah Penyutradaraan I, maka haruslah mempersiapkan nskah yang
akan di mainkan. Persiapan naskah tersebut dimasukan dalam mata kuliah Analisis
Drama I (panggung).
Dari
beberapa naskah yang penulis baca, ada 2 yang menarik, tapi setelah
dipertimbangkan, maka penulis memilih naskah Laras (1). Ada beberapa alasan
mengapa memilih naskah Laras (1), yang pertama dari segi cerita sangat menarik,
kareena bisa dibilang ada dalam kehidupan sehari-hari atau bisa disebut Realis
Konvensional. Alasan yang kedua adalah jika penulis nantinya mendapatkan aktor
inti laki-laki ataupun perempuan, maka nilainya sama karena keseimbangan
keaktoran antara laki-laki dan perempuan diperhitungkan di naskah ini, dan
alasan yang terakhir adalah tentang artistic, disini sangat menarik, karena
mempunyai tantangan, yaitu terdapat 2 rumah dan 1 pelataran.
Tentu
nantinya akan sangat terlihat sekali dimana garis penyutradaraan dan
keaktorannya. Karena sudah sanat jelas dimana tugas sutradara dan aktor. Utnutk
itu penulis berharap agar sukses untuk bisa menganalisa terlebih dahulu pada
naskah ini.
1.2.
Rumusan
Batasan Masalah
1.2.1.
Rumusan
Masalah
a. Bagaimana
analisa dari naskah Laras (1)?
b. Bagaimana
struktur dramatic dari naskah Laras (1)?
c. Bagaimana
Tekstur drama pada naskah Laras (1)?
d. Dimana
latar yang digunakan pada naskah Laras (1)
1.2.2.
Batasan
Masalah
-
Obyek analisa
Yang
menjadi obyek analisa disini adalah Naskah Laras (1) Karya Dukut W.N
-
Subyek analisa
Yang menjadi subyek
analisa disini adalah mahasiswa Jurusan Sendratasik Konsentrasi Drama angkatan
2010
1.3.
Tujuan
Dan Manfaat Analisis
1.3.1.
Tujuan
a. Memenuhi
tugas mata kuliah Analisis Drama I (panggung)
b. Langkah
awal dari Penyutradaraan I (Realis)
c. Mengenal
naskah yang akan dipertunjukkan
1.3.2.
Manfaat
a. Mahasiswa bisa menganalisa naskah sebelum
memainkan atau dijadikan sebuah pertunjukkan
b. Mahasiswa
dapat memperhitungkan bagaimana naskah tersebut nantinya.
c. Mengetahui
langkah awal sebagai sutradara
1.4.
Anggapan
Dasar
Anggapan dasar tentang naskah ini adalaah naskah komedi yang
melibatkan 6 peran yang mempunyai karakter masing-masing dan itu kuat. Pada naskah
Laras (1) ini, diceritakan tentang burung yang hidup di huruk pikuknya
kehidupan rumah tangga.
BAB II
ANALISIS
2.1 Analisis
2.1.1. Definisi
Analisis adalah penguraian suatu pokok
atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar
bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Bagaimana seseorang memilah data dan
menjadikannya suatu tulisan yang valid.
2.1.2. Biografi
Pengarang naskah Laras (1) ini adalah Dukut W.N, alias
Dukut Wahyu Nugroho. Lulusan SMPN 2 Karanganyar dan SMAN 1 Karanganyar, serta
melanjutkan studinya di UNS Surakarta.
Sekarang bekerja di suatu perusahaan yang sedang berkembang, di UNION
Industry Software. Dukut W.N adalah
aktor dan sutradara di Teater Ngilir Karanganyar Solo. Beliau juga aktif di
Kelompok Bandul Nusantara Karanganyar Solo. Naskah ini pertama dipentaskan di Teater
Cangkir dan di sutradarai oleh Dukut W.N
2.1.3. Jenis
(Aliran)
Naskah ini adalah
salah satu naskah komedi. Mengapa disebut komedi, karena pada naskah ini
mempunyai drama humor tetapi di dalamnya ada sebuah tema yang penting. Tokoh
atau wataknya masing-masing peran sangat kuat. Tapi menggunakan akhiran yang
sedih tetapi menggelikan.
2.1.4 Nilai
(Moral)
Nilai moral
dari naskah ini adalah bagaimana seseorang bermasyarakat dengan baik dan
bagaimana memeperlakukan masyarakat dengan baik. Di Indonesia, masih banyak
sekali ditemukan kesenjangan social, yang kaya yang menang dan yang miskin
semakin tertindas. Yang lebih terlihat lagi di naskah ini adalah bagaimana
menghormati rumah tangga atau dunia seseorang, dan bagaimana belajar untuk
setia terhadap pasangan. bisa dibilang “Rumput tetangga memang terlihat lebih
nikmat”
2.2. Struktur
Drama
2.2.1. Tema
Tema dari
naskah ini adalah social masyarakat. Bisa dilihat di kramagung bahwa yang
diceritakan bagaimana bermasyarakat di dalam masyarakat.
2.2.2. Penokohan
Dalam
memahami karakter atau perwatakan atau sering juga disebut penokohan, dapat
menelusuri tiga aspek penting yang mendasarinya. Ketiga aspek tersebut juga
menentukan bagi sutradara dalam melakukan proses casting. Dari naskah Laras (1)
ini, ada 6 tokoh yang yang berperan dalam naskah.
1.
Riyadi
-
Sosiologis
Dari kalangan
menengah kebawah, tukang bangunan
-
Psikologis
Sabar,
nrimo dan tegas, suami yang setia, figure ayah yang baik, saying pada keluarga
dan Laras
-
Fisiologis
Mempunyai
tubuh tinggi besar, berumur 40 tahun., tinggi sekitar 175 cm, tidak terlalu
ganteng, sudah banyak uban, berkulit sawo matang
2.
Sumi
-
Sosiologis
Dari
kalangan menengah kebawah
-
Psikologis
Kurang
sabar, cerewet, suka marah-marah, kurang nrimo, istri setia, masih polos,
sayang pada keluarga, menghargai tetangga atau masyarakat
-
Fisiologis
Cantik,
berumur 28 tahun, masih terlihat muda, berkulit putih, tinggi sekitar 155 cm
3.
Agus
-
Sosiologis
Keluarga
kaya, pengusaha sukses, tokoh di masyarakat
-
Psikologis
Penakut
istri, suka selingkuh, sayang pada keluarga, pandai merayu, pandai mencari
alasan
-
Fisiologis
Ganteng,
wajah bersih, tinggi sekitar 170 cm
4.
Tiara
-
Sosiologis
Dari
kalangan menengah ke atas
-
Psikologis
Cerewet,
pemarah, suka menuntut, suka bergosip
-
Fisiologis
Berumur
29 tahun, bergaya parlente, bertubuh besar, bermake up menor, tinggi sekitar
160 cm
5.
Ayu
-
Sosiologis
Kalangan
orang menengah ke atas
-
Psikologis
Suka
bergosip, cerewet, penakut
-
Fisiologis
Berumur
28 tahun, berpenampilan rapi, cantik, putih, bersih
6.
Ratna
-
Sosiologis
Kalangan
orang menengah keatas
-
Psikologis
Cerewet,
suka bergosip, penakut
-
Fisiologis
Berumur 28 tahun,
berwajah manis, kulit sawo matang
2.2.3. Plot
Naskah Laras
(1) ini menggunakan plot Linier. Karena dari awal naskah hingga akhir atau
ending saling berurutan. Dari adegan 1 hingga adegan 15, terus berkelanjutan.
2.3. Tekstur Drama
2.3.1 Suasana
Ricuhnya
rumah tangga di dalam masyarakat. Ada juga keterkaitan rumah tangga satu dan
yang lainnya akibat masalah yang dibuat satu pihak.
2.3.2. Spektakel
Ketika Agus
akan mendekati Sumi tiba-tiba Tiara datang, dan Agus berpura-pura akan membeli
Laras. Dan ketika disebut bahwa Lara situ adalah burung peliharaan.
2.3.3. Dialog
Dialog yang menunjukkan watak dari per masing-masing tokoh
adalah
Riyadi : saya bilang letakkan
Laras sekarang juga. dan kamu Agus lepaskan tangan mu dari Sumi.
Sumi : sekarang
malah menghina burung suami saya. He bu jangan pernah merendahkan burung suami
saya. Meskipun saya agak gelisama burung itu, tapi itu tetap burung suami saya.
Dan saya harap ibu pergi dari sini ekarang juga.
AGUS : karena
saya muak dengan istri saya pak. Minta ini minta itu dan sangat gila harta.
Sampai-sampai kebutuhan seorang suami dilupakan. Yang dipikirkan hanya harta
dan tidak ada yang lain.
TIARA :
terus jeng anggi pakai gelang bagus ekali pi. Dibelinya kemarin di took
galaksi. Katanya jumlahnya terbatas lho pi. Kalau orang bilang si limied
edition.
Dialog Konflik
Sumi :
pada awalnya saya hampir menerimanya. Tapi rupanya pak agus menawari saya
menjadi istrinya dengan cara harus menceraikan bapak.
2.4. Latar
2.4.1. Tempat
Di kramagung
dijelaskan bahwa tempat kejadiannya di Halaman Rumah A (rumah Riyadi), Rumah B (Rumah
Agus) dan kandang burung Laras.
2.4.2. Waktu
Waktu yang
terlihat pada naskah ini adalah Pagi hari sebelum orang- orang melakukan
aktifitasnya sampai pada jam- jam kerja.
,