MATAHARI DI SEBUAH JALAN KECIL
"Untuk apa kita melamun? Untuk apa kita menghayal? Apakah dulu bangsa kita ada yang mengendarai mobil? Sepeeda pun ada satu dua orang yang memilikinya. Kalaupun dulu ada itulah mereka para bangsawan, para pr
iyayi, dan para amtenar yang hanya mementingkan perut sendiri saja. Sekarang lihatlah ke jalan raya."
.......
"Bahkan kita tak kan lagi percaya pada kucing. Kucing sekarang takut pada tikus dan tikus sekarang besar-besar, malah ada yang lebih besar daripada kucing dan ada pula tikus yang panjangnya satu setengah meter dan empat puluh kilo gram beratnya. Tapi yang lebih pahit kalau kucing jadi tikus alias kucing sendiri sama kurang ajarnya dengan tikus."
-----------------------------------------
#Penggalan dialog Naskah "Matahari di sebuah jalan kecil", karya: Arifin C. Noor, yang digarap oleh tangan dingin Sutradara: Rony Bayu Setiawan. Dalam pagelaran teater beta yang dihelat pada Akhir Desember 2012.
Don't Mention it!
"Mengolah Rasa Menebar Kreasi"
.......
"Bahkan kita tak kan lagi percaya pada kucing. Kucing sekarang takut pada tikus dan tikus sekarang besar-besar, malah ada yang lebih besar daripada kucing dan ada pula tikus yang panjangnya satu setengah meter dan empat puluh kilo gram beratnya. Tapi yang lebih pahit kalau kucing jadi tikus alias kucing sendiri sama kurang ajarnya dengan tikus."
-----------------------------------------
#Penggalan dialog Naskah "Matahari di sebuah jalan kecil", karya: Arifin C. Noor, yang digarap oleh tangan dingin Sutradara: Rony Bayu Setiawan. Dalam pagelaran teater beta yang dihelat pada Akhir Desember 2012.
Don't Mention it!
"Mengolah Rasa Menebar Kreasi"

